Selamatkan planet ini dengan memakan ikan jelek yang besar ini

Selamatkan planet ini dengan memakan ikan jelek yang besar ini

cemerlang Sore hari Mei lalu, Amy Yang bersandar di sisi perahu nelayan kecil. Tangannya mencengkeram busur dan anak panah. Dia mengamati permukaan Sungai Cumberland di Kentucky buat mencari kilatan perak saat langit menjadikan gelap. Mereka sudah keluar dalam jangka waktu berjam-jam dan saat itu nyaris mentari terbenam. Dia meyakinkan pacarnya buat mengemudi dari kampung halamannya di Chicago buat melakukannya, dan dia tidak mau melewatkan kesempatannya.

Dia terus menatap sungai. Perahu itu terombang-ambing di sepanjang perairan yang tidak menarik, beting berbatu yang dipenuhi bangkai ikan mas. “bau.,” kata Yang. Selain itu, dia harus berkonsentrasi. Seorang gadis kota yang baru lulus kuliah, dia bukan nelayan ahli. Bahkan, ini ialah perdana kalinya dia memancing. Lengannya sakit dikarenakan memegang busur.

Lalu dia melihatnya… kedipan. Perak cerah. Kemudian lebih banyak kedipan. Permukaan sungai yang halus dan lembut berubah menjadikan riak riak dan sirip yang berkilauan. Pantainya dapat terjadi tidak banyak yang bisa dilihat, tetapi kehidupan berkerumun di bawah air. Dia menyentakkan anak panah itu ke belakang, berharap bentuknya tidak terlalu tidak baik, dan melepaskannya.

“ketika kami kembali ke Chicago, kami memiliki ikan yang lebih dingin,” kata dia.

Bukan sembarang ikan. Yang terobsesi dengan satu pria khususnya. Dia menyebut mereka ikan mas Asia pada saat itu, meski sekarang sering disebut sebagai “copi”. (Secara teknis, ini ialah pengelompokan empat spesies terpisah: ikan mas kepala besar, ikan mas rumput, ikan mas hitam, dan ikan mas perak.) Di Amerika Serikat, ikan ini sering dianggap sebagai ancaman, terutama di Great Lakes. Spesies invasif, tumbuh subur di aliran Amerika Selatan dan Barat Tengah, tumbuh sangat melimpah sehingga membunuh spesies murni dan merusak ekosistem. tapi itu juga yakni sumber makanan vital dan banyak banget yang potensial, dan Yang ingin memberi bantuan orang melihatnya seperti itu.

“Saya dibesarkan di China,” kata Yang, “jadi orang yang tidak memakannya tidak masuk pikiran bagi saya.” Dia ingat melihatnya di meja mengkonsumsi saat masih kecil, yang tidak mengherankan – ikan sudah dimakan di sana dalam jangka waktu ribuan tahun dan tetap terkenal hingga hari ini. namun, tiba saat ini, rumit ditemukan di Chicago dan sebagian besar kota Amerika lainnya. ketika dia pergi memancing, Yang bosan memesannya secara online. Koki rumahan yang rajin, dia memiliki akun sosial media instagram yang didedikasikan buat menampilkan berbagai cara buat memakannya. (Resep favoritnya? Ceviche.) Dia memberi tahu semua orang yang dia temui tentang kopi: betapa serbagunanya, betapa enaknya, betapa tidak adilnya difitnah.

Itu jauh oleh satu-satunya orang terpaku pada ikan ini. terdapat gerakan mempunyai peningkatan yang dipimpin oleh ahli ilmu, koki, dan industri perikanan air tawar AS buat merehabilitasi reputasi copi, buat meyakinkan orang Amerika bahwasannya kopi ialah protein yang diremehkan, murah, dan ramah lingkungan, bukan parasit.

Kevin Irons, misalnya, sudah mendedikasikan dirinya buat tujuan ini semenjak tahun 1990-an, ketika keluarganya pindah ke Havana, Illinois, buat menjadikan ahli ekologi sungai terpandang. Pada tahun yang sama dia tiba, seorang nelayan komersial menangkap kopi di Sungai Illinois. Nelayan itu belum pernah melihatnya sebelumnya, dan itu menjadikannya takut. “Dia meneteskan darah ikan di atas karpet di fasilitas penelitian, sambil menjelaskan, ‘Apa-apaan ini?’” kata Irons.

Copi sudah berada di sungai di bagian selatan Amerika Serikat semenjak tahun 1970-an, ketika petani ikan yang sadar lingkungan mengimpornya buat melakukan pembersihan kolam retensi ikan lele. Pada saat itu, mereka dilihat sebagai alternatif hijau buat komposisi kimia. dapat terjadi mereka akan tetap seperti itu, seandainya mereka tidak melarikan diri dalam jangka waktu banjir, memasuki saluran air setempat, dan kemudian benar-benar mendominasi setiap makhluk lainnya. Yang paling penting, ikan ini sangat gampang beradaptasi dan kuat. sesudah dia tiba di wilayahnya, Irons melakukan semua yang dia bisa buat mencari tahu. “Saya berkeliling dunia menjelaskan tentang makhluk-makhluk ini,” kata dia. Pada 2010, Illinois mempekerjakannya buat membuat program buat menangani makhluk invasif itu.

Ini ialah pekerjaan yang rumit. walaupun butuh waktu puluhan tahun buat kopi tiba di Illinois, begitu tiba di sana, dengan cepat memberi pengaruh keseimbangan ekologis. Salinan memakan plankton dan alga, begitu banyak plankton sehingga ikan lain memperoleh bupke dan populasi murni memberikan penurunan ataupun punah seluruhnya. Di banyak sungai, air begitu penuh sesak dengan makhluk-makhluk ini sehingga ikan lain berevolusi menjadikan lebih kurus ataupun berbentuk aneh agar melebihi kuantitas mereka. andai mereka mencapai Great Lakes, mereka bisa menghancurkan ekosistemnya. Ancamannya begitu mengerikan sehingga pemerintah menghabiskan miliaran dolar buat membangun bendungan listrik besar-besaran buat membawa ikan kembali ke hilir. tapi bendungan ini tidak hebat. Tahun lalu, seekor ikan mas perak anti gagal mencapai Danau Calumet, hanya 7 mil dari Danau Michigan.

Artikel Populer :   iOS 16.2 menerapkan batas waktu AirDrop 10 menit secara global